Konfigurasi IP Address (Static & DHCP)
1. Pengertian IP Address
IP Address (Internet Protocol Address) adalah alamat unik yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat (komputer, laptop, HP, router, printer, dll.) dalam sebuah jaringan, baik jaringan lokal (LAN) maupun internet.
IP Address berfungsi agar perangkat dapat saling berkomunikasi dan bertukar data.
Contoh IP Address:
2. Jenis Konfigurasi IP Address
Secara umum, ada dua cara untuk mengatur IP Address pada perangkat:
-
IP Address Static
-
IP Address DHCP (Dynamic)
3. IP Address Static
a. Pengertian
IP Address Static adalah IP Address yang diatur secara manual oleh pengguna dan tidak berubah kecuali diubah sendiri.
b. Ciri-ciri IP Static
-
IP Address tetap (permanen)
-
Diatur manual
-
Cocok untuk perangkat tertentu
-
Lebih stabil untuk layanan jaringan
c. Komponen IP Static
Saat mengatur IP Static, biasanya perlu mengisi:
-
IP Address → alamat perangkat
-
Subnet Mask → menentukan kelas jaringan
-
Default Gateway → alamat router
-
DNS Server → menerjemahkan nama domain ke IP
Contoh:
d. Contoh Konfigurasi IP Static (Windows)
-
Buka Control Panel
-
Pilih Network and Internet
-
Klik Network and Sharing Center
-
Pilih Change adapter settings
-
Klik kanan Ethernet/Wi-Fi → Properties
-
Pilih Internet Protocol Version 4 (IPv4)
-
Pilih Use the following IP address
-
Masukkan IP Address, Subnet Mask, Gateway, dan DNS
-
Klik OK
e. Kelebihan IP Static
-
IP tidak berubah
-
Cocok untuk server, printer jaringan, router
-
Mudah diakses dari perangkat lain
f. Kekurangan IP Static
-
Harus disetting manual
-
Berisiko konflik IP jika salah pengaturan
-
Kurang praktis untuk jaringan besar
4. IP Address DHCP
a. Pengertian
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah metode pemberian IP Address secara otomatis oleh server DHCP (biasanya router).
b. Cara Kerja DHCP
-
Perangkat meminta IP Address
-
Server DHCP memberikan IP Address
-
IP digunakan dalam jangka waktu tertentu
-
IP bisa berubah saat perangkat reconnect
c. Ciri-ciri IP DHCP
-
IP Address otomatis
-
Bisa berubah-ubah
-
Praktis dan cepat
-
Cocok untuk banyak pengguna
d. Contoh Konfigurasi DHCP (Windows)
-
Masuk ke Network Adapter Settings
-
Klik IPv4
-
Pilih Obtain an IP address automatically
-
Pilih Obtain DNS server address automatically
-
Klik OK
e. Contoh DHCP pada Router
Router akan:
-
Menyediakan range IP (misalnya 192.168.1.2 – 192.168.1.254)
-
Memberikan IP otomatis ke perangkat yang terhubung
f. Kelebihan DHCP
-
Tidak perlu setting manual
-
Menghemat waktu
-
Minim kesalahan konfigurasi
-
Cocok untuk Wi-Fi, sekolah, kantor
g. Kekurangan DHCP
-
IP Address tidak tetap
-
Kurang cocok untuk server
-
Bergantung pada DHCP server
5. Perbedaan IP Static dan DHCP
| Aspek | IP Static | DHCP |
|---|---|---|
| Pengaturan | Manual | Otomatis |
| Perubahan IP | Tetap | Bisa berubah |
| Kemudahan | Lebih rumit | Lebih mudah |
| Keamanan | Lebih stabil | Tergantung server |
| Cocok untuk | Server, printer | Client, Wi-Fi |
6. Contoh Penggunaan
-
IP Static:
-
Server sekolah
-
Router
-
Printer jaringan
-
-
DHCP:
-
Laptop siswa
-
HP
-
Komputer client
-
7. Kesimpulan
-
IP Static cocok untuk perangkat penting yang membutuhkan alamat tetap.
-
DHCP cocok untuk jaringan dengan banyak pengguna karena lebih praktis.
-
Dalam jaringan nyata, biasanya kombinasi keduanya digunakan.
Comments
Post a Comment